Konflik Internal Di Partai Hanura, Kantor DPC Hanura Banyuasin Akhirnya Digembok

By Eddy Surbakti 01 Feb 2018, 21:57:01 WIBPolitik

Konflik Internal Di Partai Hanura, Kantor DPC Hanura Banyuasin Akhirnya Digembok

Keterangan Gambar : Ridho Munir dan JAM.Sholih (pegang mix) (


Banyuasin | Intipos.com - Diduga konflik internal di tubuh Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Sumsel tak berkesudahan, akhirnya berdampak pada persoalan yang tak kunjung terselesaikan, terbukti sejak Sabtu (27/1) yang lalu hingga saat sekarang ini Kantor DPC Partai Hanura Kabupaten Banyuasin masih di gembok yang diduga dilakukan oleh kubu yang memihak Mularis.

Pengembokan itu, sudah tentu membuat segenap pengurus dan kader DPC partai Hanura Banyuasin dibuatnya kelabakan dan harus bekerja ekstra keras untuk melengkapi berkas verifikasi faktual oleh KPU Banyuasin.

Hanya waktu 3 hari ini kita bersama-sama bekerja keras menyiapkan berkas untuk kelengkapan jalanya verifikasi, padahal semua berkas parpol ada dalam kantor tersebut dan untungnya ada berkas sebelumnya sudah disiapkan, sehingga dalam verifikasi faktual Parpol dan data kepengurusan tidak ada yang bermasalah, ucap Ketua DPC Partai Hanura HH. Sholih diruang kerjanya dikantor yang baru.

Dari pantauan intipos.com Kamis (1/2) Kantor DPC Hanura Kabupaten Banyuasin yang terletak di Jln. Lintas palembang-Jambi KM 54 persis disimpang gerbang jalan lingkar Seterio Kecamatan Banyuasin III tampak sepi, tidak ada aktivitas di kantor tersebut. Dari luar terlihat pagar masuk nampak terkunci rapat dan pintu kantor diratai.

Ketua DPC Hanura Banyuasin H Muhammad Sholih S.Pdi dikantornya yang baru satu hari ini ditempati saat diminta komentarnya melalui Sekretaris Ridho Munir membenarkan pengembokan sepihak kantor DPC Hanura Banyuasin tersebut.

"Pengembokan kantor ini dilakukan dua pengurus DPD Hanura Sumsel pimpinan Mularis, saudara Syailendra dan saudari Nurmala Dewi, saya tanya perintah siapa, jawab Syailendra perintah Mularis, "katanya.

Dalam perbincanganya Syailendra melalui via telpon lanjut Ridho, dengan nada ancaman untuk tidak melalukan aktifitas apapun di kantor tersebut.

"Selembar Surat ada koyak pun jangan diambil, kalau kalian ambil artinya itu maling dan kalian akan kami laporkan ke polisi", terang Ridho.

Masih kata Ridho, perlu diketahui kantor DPC Hanura Banyuasin itu memang dibangun di atas tanah milik Mularis, namun ada surat perjanjian pinjam pakai berdasarkan akta Notaris Saripudin Burhan SH SPN.

"Biaya pembangunan kantor ukuran 3.645M2 atau 8 x 16 M itu senilai Rp 400.000.000,- dan itu hasil swadaya dari para kader Hanura Banyuasin dan memang ada sumbangan sedikit dari Mularis sekitar Rp 70.000.000," imbuhnya.

Masih kata Ridho, dengan kondisi demikian cukup membuatnya kesulitan mengingat, saat-saat memghadapi verifikasi faktual oleh KPU Banyuasin. "Semua berkas, dokumen partai ada di dalam kantor, semuanya tidak bisa diambil,bahkan terpaksa sewa ruko untuk dijadikan kantor DPC Hanura Banyuasin, yang sifatnya dadakan", pungkasnya. (waluyo)


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Yudi Pratama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Silahkan lakukan penilaian untuk informasi yang kami sajikan
  Sangat Baik
  Baik
  Cukup Baik
  Kurang
  Buruk

Komentar Terakhir

  • Sewa Mobil Surabaya

    Terima Kasih Berita yang unik dan bermanfaatnya ...

    View Article
  • Iq option

    With an intrigue just home loan, you just pay back the enthusiasm on the home loan ...

    View Article
  • olymptrade

    Once you've set up your corner, remain back around 20 feet and unbiasedly ...

    View Article
  • Sulistyo

    Cari yang halal tho. ...

    View Article