Perut Seorang Mahasiswi Kedokteran Di Medan Terus Membesar, Kekasihnya Nikahi Wanita Lain

By Fery 14 Sep 2019, 05:41:27 WIBKriminal

Perut Seorang Mahasiswi Kedokteran Di Medan Terus Membesar, Kekasihnya Nikahi Wanita Lain

Keterangan Gambar : Melati (Bukan Nama Sebenarnya) sedang membuat Laporan di Mapolsek Delitua.


INTIPOS | MEDAN - Seperti dalam pepatah lama "Sudah jatuh malah tertimpa tangga pula", nasib inilah yang dialami Melati (bukan nama sebenarnya), Dara 19 tahun ini ditinggal nikah pacarnya yang berinisial, AR (30) setelah dirinya berbadan dua.

Hal itu terungkap setelah Melati didampingi keluarga besarnya mendatangi Polsek Delitua untuk membuat laporan polisi.

Diceritakan, Kisah pilu tersebut berawal saat keduanya berkenalan di media sosial facebook, beberapa bulan berselang, keduanya pun telah mengungkapkan rasa cinta masing-masing alias pacaran dan tepatnya bulan Februari 2019, AR (30) mengajak kekasihnya itu (Melati) untuk keliling Kota Medan.

Keduanya pun berkeliling Kota Medan dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion milik AR, Puas berkeliling kemudian AR mengarahkan sepeda motornya ke Jalan Jamin Ginting, Tepatnya ke salah satu hotel kelas melati.

Awalnya Melati menolak saat diajak masuk ke dalam kamar yang telah dipesan AR, namun AR yang telah dikuasai oleh hawa nafsu terus membujuk Melati dengan alasan hanya duduk-duduk dan tidak akan menyentuhnya, percaya dengan ucapan AR lalu Melati pun ikut masuk ke kamar.

Ternyata AR yang tak mampu mengendalikan nafsunya, langsung memaksa Melati untuk melakukan hubungan suami istri, kalah tenaga, perlawanan Melati pun sia-sia, akhirnya Mahasiswi kedokteran di salah satu perguruan tinggi di Kota Medan ini harus merelakan Kesuciannya (Keperawanannya-Red) direnggut oleh AR.

Setelah puas melampiaskan birahinya, AR mengajak korban untuk kembali ke kediamannya, seribu satu jurus terus dilakukan AR dengan berjanji akan bertanggung jawab terhadap yang sudah dilakukannya, mendengar angin segar itu, kesedihan Melati sedikit terobati.

Tak cukup sekali, beberapa minggu kemudian AR kembali menghubungi Melati dan mengajaknya berkeliling Kota Medan.

Kedua kalinya, setelah puas berkeliling, AR kembali mengajak korban menginap di hotel, kali ini korban diancam bakal ditinggal jika menolak, tidak mau kehilangan pria yang dicintainya, akhirnya korban pasrah dibawa masuk ke salah satu Hotel di kawasan Jamin Ginting, Kecamatan Medan Tuntungan.

Di dalam kamar, keduanya pun kembali melakukan hubungan terlarang itu.

"Pertama saya tidak mau, tetapi dia (AR-red) mengancam akan meninggalkan saya, karena diancam, terpaksa saya rela disetubuhi,” tutur Melati.

Menurut keterangan Melati, sebanyak empat kali pelaku telah menggagahi Melati, dan semua dilakukan di empat Hotel berbeda, terakhir pelaku mengajak korban pada bulan April 2019 di Hotel Alam Indah, Jln Jamin Ginting, Kec Medan Tuntungan.

“Pas ditelpon, katanya dia mau bertanggung jawab, setelah saya selesai sekolah kedokterannya,” ucap Melati kepada petugas. Jumat (13/9/2019).

Namun, ketika Melati mengatakan dirinya sudah berbadan dua, pelaku (AR) langsung menutup teleponnya, sejak itu, upaya Melati menghubungi pelaku sia-sia (lost contact).

Mirisnya, pelaku pernah memberikan obat berbentuk tablet yang diakui sebagai obat maag, padahal Melati mengetahui itu adalah obat untuk menggugurkan kandungan (aborsi).

Mengerti kasiat dari obat itu dan tidak ingin menggugurkan Kandungannya, perut Melati terus membesar.

Hingga usia kandungannya berusia enam bulan, pelaku (AR) tetap tak mau bertanggung-jawab, yang lebih Pilu bagaikan disambar petir, Melati mendapat kabar jika pelaku (AR) telah menikah dengan wanita pilihan orangtuanya, bahkan dengan pesta besar-besaran, mendengar kabar itu membuat hati Melati mengalami guncangan hebat, pria yang ia cintai tega melakukan hal seperti saat ini.

Sementara itu, Kapolsek Delitua, Kompol Efianto SH, saat dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya laporan korban, dan berjanji segera memprosesnya.

"Ya benar, korban telah membuat laporan ke Polsek dan kasus akan segera kita proses" pungkas Kapolsek.


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook